Perlindungan Kesehatan dan Ketahanan Finansial: Peran Asuransi dalam Menghadapi Risiko Masa Depan
- 25 Juni 2026
- IKNB
- Online
Background
- Kesehatan merupakan salah satu aspek fundamental dalam mendukung produktivitas, kesejahteraan, dan ketahanan ekonomi masyarakat. Namun demikian, meningkatnya risiko kesehatan, perubahan pola penyakit, serta kenaikan biaya layanan medis menjadi tantangan yang semakin nyata di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntut adanya sistem perlindungan kesehatan yang mampu memberikan akses layanan kesehatan sekaligus menjaga ketahanan finansial masyarakat dari risiko pengeluaran kesehatan yang tinggi.
- Di tengah meningkatnya risiko kesehatan dan biaya medis, keberadaan asuransi kesehatan menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga. WHO dalam laporan Indonesia moves forward on universal health coverage while addressing remaining gaps (2025) menyebutkan bahwa sekitar 26,6% masyarakat Indonesia masih mengalami tantangan pembiayaan akibat pengeluaran kesehatan. Realita tersebut menunjukkan bahwa perlindungan asuransi memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mengurangi risiko beban pengeluaran kesehatan yang dapat mempengaruhi ketahanan finansial di masa depan.[1]
- Meskipun urgensinya tinggi, tingkat literasi dan inklusi sektor perasuransian di Indonesia masih perlu terus diperkuat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 mencatat bahwa indeks literasi sektor perasuransian mencapai 45,45%, sedangkan indeks inklusi asuransi baru berada pada tingkat 28,50%. Data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan (gap) antara pemahaman masyarakat terhadap produk asuransi dengan pemanfaatannya, sehingga, peningkatan literasi dan inklusi menjadi faktor utama dalam memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan keuangan yang berkelanjutan.[2]
- Melihat kondisi tersebut, diperlukan kolaborasi yang kuat antara regulator, industri asuransi, dan asosiasi guna mewujudkan ekosistem asuransi kesehatan yang sehat dan berkelanjutan. Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong penguatan sektor jasa keuangan melalui peningkatan literasi, perlindungan konsumen, serta penguatan tata kelola industri perasuransian. Pada saat yang sama, perusahaan asuransi dan asosiasi memegang peran penting dalam menghadirkan inovasi produk, pengelolaan risiko kesehatan, serta edukasi publik agar manfaat asuransi dapat dirasakan secara optimal.
- Sejalan dengan hal tersebut, webinar “Perlindungan Kesehatan dan Ketahanan Finansial: Peran Asuransi dalam Menghadapi Risiko Masa Depan” diselenggarakan sebagai wadah diskusi strategis untuk memperkuat pemahaman publik terkait arah kebijakan industri asuransi kesehatan, serta mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem perlindungan kesehatan yang berkelanjutan. Webinar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi sebagai bagian dari upaya ketahanan finansial di masa depan.
[1]https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/12-12-2025-indonesia-moves-forward-on-universal-health-coverage-while-addressing-remaining-gaps
[2]https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-dan-BPS-Umumkan-Hasil-Survei-Nasional-Literasi-Dan-Inklusi-Keuangan-SNLIK-Tahun-2025.aspx
Objective
- Memperoleh pemahaman mengenai arah kebijakan regulator dalam memperkuat industri asuransi kesehatan nasional.
- Mengidentifikasi tantangan dan strategi industri asuransi dalam menyediakan perlindungan kesehatan yang berkelanjutan.
- Mendorong sinergi antara regulator, pelaku industri, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan ekosistem asuransi yang sehat dan berkelanjutan.
- Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kesehatan dan perencanaan keuangan melalui asuransi.
Participant
Pimpinan dan Pegawai OJK, Perwakilan Industri Jasa Keuangan, Akademisi dan Masyarakat Umum
Speaker
-
Sumardjono (Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang, OJK)
-
Marihot H. Tambunan, (Plt. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia)
-
Aldi Rinaldi (Kepala Departemen Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI))