Financial Scams: Types, Risks and Mitigation Strategies
- 5 Februari 2026
- Lintas Sektor
- Online
Latar belakang
- Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong transformasi fundamental dalam sektor keuangan. Sistem keuangan konvensional kini berevolusi menuju ekosistem yang semakin terintegrasi, cepat, dan berbasis digital. Dalam konteks tersebut, lembaga jasa keuangan dituntut untuk terus mengadopsi inovasi teknologi guna menghadirkan layanan yang efisien, inklusif, serta aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
- Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan industri keuangan menyediakan produk dan layanan yang semakin selaras dengan kebutuhan pasar dan dinamika ekonomi. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, digitalisasi juga membawa tantangan baru, khususnya terkait meningkatnya risiko keamanan informasi dan ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks dan dinamis.
- Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan, sejak peluncuran Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) pada November 2024 hingga 23 Desember 2025, telah diterima sebanyak 411.055 laporan. Laporan tersebut terdiri atas 218.665 laporan yang disampaikan oleh korban melalui Pelaku Usaha Sektor Keuangan, termasuk perbankan dan penyedia sistem pembayaran, serta 192.390 laporan yang disampaikan langsung oleh korban ke dalam sistem IASC. Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 681.890 rekening dilaporkan, dengan 127.047 rekening telah dilakukan pemblokiran. Adapun total kerugian dana yang dilaporkan mencapai Rp9 triliun, sementara dana korban yang berhasil diblokir sebesar Rp402,5 miliar.
- Data tersebut mencerminkan bahwa kejahatan financial scams telah berkembang menjadi ancaman serius bagi stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen. Seiring dengan kemajuan teknologi, modus operandi penipuan keuangan terus berevolusi, semakin terorganisir, serta menggunakan pendekatan yang beragam dan manipulatif dengan memanfaatkan celah pada interaksi digital. Kondisi ini menuntut penguatan sistem pengawasan serta penerapan strategi mitigasi risiko yang lebih adaptif agar potensi serangan dapat diidentifikasi dan dicegah sejak dini.
- Dalam menghadapi tantangan tersebut, para praktisi dan profesional di industri jasa keuangan perlu senantiasa memperbarui pemahaman terhadap perkembangan modus terbaru financial scams, mengelola risiko secara komprehensif, serta mengimplementasikan strategi mitigasi yang efektif. Upaya ini tidak hanya penting untuk menjaga kepercayaan dan stabilitas sistem keuangan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas perlindungan dan layanan kepada masyarakat.
- Di sisi lain, perlindungan konsumen yang berkelanjutan juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Pembekalan kemampuan dalam memvalidasi informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta mengenali pola manipulasi yang umum digunakan dalam penipuan keuangan menjadi elemen kunci dalam memutus mata rantai kejahatan finansial di era digital.
- Memperhatikan urgensi penguatan sistem perlindungan pada sektor keuangan, OJK Institute menyelenggarakan webinar “Financial Scams: Types, Risks and Mitigation Strategies”. Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai jenis-jenis kejahatan finansial, risiko yang ditimbulkan, serta strategi mitigasi yang relevan dan aplikatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan yang lebih luas dan mendalam dalam mendukung upaya pencegahan serta pemberantasan kejahatan finansial di era digital.
Objektif
- Memberikan pemahaman kepada peserta mengenai berbagai jenis dan tren modus financial scams di ekosistem digital saat ini.
- Memberikan pemahaman mengenai risiko financial scams serta dampaknya terhadap kerahasiaan data pada operasional industri jasa keuangan di tengah eskalasi ancaman siber nasional.
- Membekali peserta dengan strategi mitigasi yang terintegrasi melalui penerapannya pada ekosistem pembayaran global dan memperkuat resiliensi lembaga keuangan dalam menghadapi ancaman penipuan modern.
Peserta
Pimpinan dan Pegawai OJK, Perwakilan Industri Jasa Keuangan, Akademisi dan Masyarakat Umum
Pembicara
-
Hudiyanto (Sekretariat Satgas PASTI)
-
Satryo Suryantoro (Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian, BSSN)
-
Fath Ade Surya (VP of Financial Risk Management Dana Indonesia)