Strategi Optimalisasi Investasi Keuangan Syariah untuk Mendorong Perekonomian Nasional
- 12 Maret 2026
- Lintas Sektor
- Online
Latar belakang
- Investasi syariah kini menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain berperan dalam penyediaan pembiayaan bagi sektor riil dan pembangunan infrastruktur melalui instrumen seperti Sukuk Negara Syariah (SBSN), investasi syariah juga memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional. Hal ini terjadi karena prinsip-prinsip dasar keuangan syariah menekankan penghindaran riba dan spekulasi, sehingga sistem keuangan menjadi lebih resilien terhadap gejolak ekonomi[1].
- Pencapaian Indonesia dalam lanskap ekonomi Islam global menunjukkan tren positif yang konsisten. Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia berhasil mempertahankan posisi ketiga dunia dalam Global Islamic Economy Indicator, menegaskan bahwa ekosistem ekonomi Islam nasional terus berkembang dan berdaya saing tinggi. Posisi ini merupakan konsistensi Indonesia selama tiga tahun berturut-turut sebagai salah satu negara dengan ekonomi syariah terdepan, hanya di bawah Malaysia dan Arab Saudi[2].
- Keberhasilan Indonesia tidak hanya terlihat pada indikator makro. Dalam beberapa sektor strategis ekonomi syariah, Indonesia menunjukkan prestasi unggul, seperti peringkat pertama dunia dalam modest fashion, peringkat kedua dalam pariwisata ramah Muslim, dan peringkat kedua dalam industri kosmetik serta farmasi halal[3]. Selain itu, Indonesia mencatat transaksi investasi halal tertinggi di dunia pada 2023, dengan 40 transaksi senilai sekitar USD 1,6 miliar. Capaian ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap ekosistem halal nasional dan potensi besar sektor syariah dalam mendukung perekonomian[4].
- Meski momentum pertumbuhan terlihat kuat, tantangan signifikan masih perlu diatasi. Rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah, keterbatasan produk inovatif yang kompetitif, serta kebutuhan penguatan regulasi dan infrastruktur menjadi perhatian utama. Untuk itu, kolaborasi yang terkoordinasi antara pemerintah, pelaku industri, regulator, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya sangat dibutuhkan agar potensi investasi dan keuangan syariah dapat dimaksimalkan dalam memperkuat perekonomian nasional.
- Sejalan dengan hal tersebut, webinar “Strategi Optimalisasi Investasi Keuangan Syariah untuk Mendorong Perekonomian Nasional” diselenggarakan sebagai wadah strategis untuk berbagi pengetahuan, praktik terbaik, dan solusi inovatif. Webinar ini bertujuan memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan, meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat, serta merumuskan langkah-langkah konkret untuk mengoptimalkan peran investasi syariah dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.
[1] https://www.researchgate.net/publication/397444135_PERAN_INVESTASI_SYARIAH_DALAM_MENDORONG_PERTUMBUHAN_EKONOMI_INDONESIA
[2] https://iaei.or.id/en/news-and-articles/news/indonesia-ranks-3rd-in-the-world-islamic-economy-insight-sgie-report-20242025
[3] https://iaei.or.id/id/berita-dan-artikel/berita/indonesia-unggul-di-modest-fashion-global-sgie-report-20242025
[4] https://iaei.or.id/id/berita-dan-artikel/artikel/indonesia-peringkat-ketiga-sgie-2024-2025
Objektif
- Meningkatkan pemahaman peserta mengenai arah dan kebijakan pengembangan investasi keuangan syariah di Indonesia sebagai acuan pertumbuhan industri.
- Mendorong inovasi produk dan layanan di sektor keuangan syariah, sehingga akses dan inklusi investasi bagi masyarakat semakin luas dan mudah.
- Mengidentifikasi tantangan dan peluang pasar dalam ekosistem investasi syariah, termasuk persaingan global.
Peserta
Pimpinan dan Pegawai OJK, Perwakilan Industri Jasa Keuangan, Akademisi dan Masyarakat Umum
Pembicara
-
Nyimas Rohmah (Kepala Direktorat Pengaturan dan Pengembangan Keuangan Syariah OJK)
-
Adiwarman Azwar Karim (Wakil Ketua Badan Pengurus DSN-MUI)
-
Luqyan Tamanni (Head of BSI Institute)